Posted in September 2009

Wirausaha TI, Sulitkah?

kermitBerdasarkan pengamatan penulis, saat ini rasa-rasanya industri teknologi informasi Indonesia sedang terjangkiti virus kewirausahaan. Hal tersebut sah-sah saja dan malah bagus menurut sudut pandang penulis mengingat fakta menunjukkan saat ini masih terdapat jutaan orang dalam usia produktif yang masih harus berjibaku memperebutkan lapangan kerja yang sangat terbatas.

Logikanya bila ada sekitar 1000 orang saja membuka usaha, dengan asumsi rata-rata tiap perusahaan memperkerjakan 5 tenaga kerja, maka setidaknya akan ada sekitar 5000 orang yang terserap dalam lapangan pekerjaan tersebut. Bila tiap orang setidaknya menghidupi satu istri dan satu anak, maka setidaknya 15.000 orang akan tercukupi kebutuhan hidupnya. Bayangkan bila ada 1 juta manusia Indonesia yang berani membuka usaha sendiri.

Namun demikian, bila kita berbicara dengan tataran yang lebih realistis. Membuka usaha sendiri tidaklah semudah yang dibayangkan. Meskipun juga jangan dijadikan sebagai alasan untuk membuat kita mundur dalam meraih cita-cita membuka usaha sendiri. Sektor Teknologi Informasi (TI) dalam prediksi dan keyakinan penulis merupakan salah satu industri masa depan yang sangat prospektif. Dalam kajian secara informal maupun berdasarkan kajian ilmiah sewaktu penulis menyusun tesis, diperoleh kesimpulan bahwa industri alih daya (outsourcing) TI di Indonesia telah dan akan terus berkembang pesat.

Hal tersebut diatas terutama didukung dengan berbagai alasan utama, seperti: penghematan biaya, akses terhadap teknologi dan ketrampilan khusus, akses terhadap kualitas layanan yang lebih baik, dan terutama keputusan untuk fokus kepada bisnis inti (core business). Larry Ellison (CEO Oracle Corp) pernah berujar: “why should every doctor’s office have to be a tech company too, employing high-paid staffs who spend all of their time fiddling around with computers?”. Kalimat tersebut jelas menunjukkan optimisme objektif bahwa bisnis TI akan terus berkembang seiring dengan kesadaran dari perusahaan-perusahaan untuk melakukan alih daya TI kepada pihak luar.

Dalam konteks Indonesia, berdasarkan pengalaman penulis sebagai penyedia solusi alih daya TI, potensi pasar yang tersedia bisa dibilang sangat besar dan akan terus berkembang. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa terdapat banyak perusahaan blue-chip nasional yang masih menjalankan aktivitas operasionalnya secara manual dan belum terotomasi. Logikanya bila perusahaan papan atas masih banyak melakukan aktivitas manual, bisa dibayangkan untuk perusahaan kelas kecil dan menengah. Mengingat potensi UKM di Indonesia yang sangat besar, penulis yakin bahwa bisnis TI akan terus berkembang dengan pesat di masa datang.

Setelah yakin dengan potensi pasar, pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana memulai bisnis tersebut? Sebagaimana galibnya memulai usaha baru, diperlukan beberapa hal dasar yang mutlak diperlukan untuk memulai usaha dengan baik. Secara singkat, setidaknya diperlukan tiga hal utama, yakni mental, modal, dan ketrampilan. Sebagian orang percaya diperlukan juga keberuntungan (LUCK) dalam memulai bisnis baru, namun penulis lebih percaya dengan akronim LUCK = Labor Under Correct Knowledge atau dengan kata lain sebenarnya kitalah yang harus menciptakan keberuntungan kita sendiri.

Sikap mental yang jujur, tangguh, berani, ulet, dan tidak mudah menyerah merupakan karakteristik mutlak dari wirausaha yang menginginkan kesuksesan dalam bisnisnya. Namun demikian sikap mental tersebut bukanlah sesuatu yang “taken for granted” alias otomatis dimiliki oleh setiap orang. Sebagai manusia, kita harus belajar dan terus mencoba untuk melatih sikap-sikap mental tersebut. Tanpa usaha dan latihan yang berkesinambungan, rasanya susah untuk memiliki sikap mental seperti itu.

Hal selanjutnya yang sering dianggap hambatan dalam memulai usaha baru adalah ketiadaan modal. Hal ini wajar mengingat di Indonesia tidaklah mudah memperoleh modal usaha yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis. Dalam konteks bisnis TI, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan berbagai cara. Bisnis jasa konsultasi TI (software, networking) biasanya tidak memerlukan modal yang besar. Cukup berbekal ketrampilan dan kemampuan untuk “menjual” ketrampilan tersebut maka biasanya sebuah usaha TI dapat dimulai dengan modal yang seminim mungkin. Apabila Anda masih mahasiswa, banyaklah bergabung dengan komunitas mailing list atau e-forum yang mungkin dapat menjadi jembatan awal dalam menawarkan ketrampilan Anda.

Selain itu juga ada kesempatan untuk menawarkan diri Anda menjadi tenaga lepas (freelancer) dalam mengerjakan proyek-proyek TI. Bagi Anda yang baru lulus dan belum memiliki ketrampilan tinggi, hal ini merupakan peluang yang bagus untuk meningkatkan ketrampilan Anda dan sekaligus mengumpulkan portofolio. Bila memungkinkan, carilah proyek dari perusahaan yang ternama atau multi nasional. Karena dengan demikian akan memberikan nilai tambah bagi Anda apabila Anda hendak menawarkan jasa kepada perusahaan lain.

Setelah yakin dengan ketrampilan dan jam terbang Anda, tak ada salahnya bila mulai memikirkan untuk membuka usaha secara formal. Ada baiknya memulai usaha bersama rekan yang memiliki visi yang sama mengingat keterbatasan modal yang ada. Para ahli kewirausahaan berpendapat bahwa 18 bulan pertama dalam bisnis merupakan masa kritis yang akan menentukan kelangsungan sebuah bisnis, Oleh karena itu pada periode tersebut faktor produksi, pemasaran, keuangan, dan pengelolaan SDM harus diperhatikan dengan sangat seksama.

Umumnya problem yang dihadapi oleh bisnis baru berkisar pada faktor pemasaran dan cash-flow. Untuk pemasaran, hal ini dapat diminimalisir dengan membina jaringan bisnis (networking) seluas-luasnya melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang sudah mapan melalui mekanisme sub-kontrak. Sedangkan untuk problem cash-flow, bisa diminimalisir dengan menekan pengeluaran semaksimal mungkin serta mengajukan negosiasi skema pembayaran dari klien melalui mekanisme permintaan down-payment atau membuka kesempatan kepada klien untuk membayar secara angsuran per bulan. Apabila memungkinkan, bisa dipikirkan juga dengan skema pembayaran re-curring yang dihitung berdasarkan jumlah per transaksi.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan apabila kita berharap agar usaha kita terus berkembang. Dalam sebagian besar proyek TI, terutama jasa, pada umumnya terdapat 3 hal yang krusial, yakni kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan harga. Seringkali harga justru bukan menjadi hal yang penting mengingat umumnya proyek TI yang dikerjakan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu, bila kita ingin terus eksis dan berkembang dalam industri ini maka kualitas pekerjaan yang prima dan ketepatan waktu seyogyanya harus senantiasa menjadi kredo dalam menjalankan setiap pekerjaan yang ada.

Juga ada baiknya kalau pengusaha TI pemula mulai berpikir untuk mulai fokus menawarkan solusi dibanding hanya menawarkan produk atau jasa semata. Solusi yang merupakan integrasi dari produk dan jasa membuka kesempatan bagi kita untuk memberikan layanan yang lebih luas dan terintegrasi kepada klien. Bayangkan bila kita berhasil membuat bundle software produksi kita dengan hardware merk terkenal dan juga ditunjang dengan jasa maintenance yang memadai, tentu penawaran tersebut akan jauh lebih menarik bagi calon klien daripada sekedar menawarkan produk atau jasa semata.

Lepas dari semua itu, terdapat satu hal khusus yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu kemampuan untuk membina relasi yang baik dengan klien. Bagi sebuah bisnis, klien adalah segalanya dan tanpa klien mustahil sebuah bisnis bisa bertahan. Selain mengharapkan kualitas kerja yang maksimal dan ketepatan waktu. Lebih bagus kiranya kalau kita juga menjalin hubungan profesional yang harmonis dengan klien kita. Menelpon secara periodik untuk mengkonfirmasi hasil kerja kita atau menelpon sewaktu mereka berulangtahun bisa menjadi sarana yang baik untuk menjadikan mereka klien yang setia dan memberikan referensi yang bagus kepada rekan-rekan mereka atas pekerjaan kita.

Walau jauh dari sempurna, penulis berharap agar tips diatas bisa menjadi referensi ringkas bagi calon-calon wirausaha TI di Indonesia. Memang tidak mudah menjadi pengusaha handal, namun dengan kerja keras dan ketekunan niscaya Tuhan akan menganugerahi kita untuk meraih kesuksesan. @Betley – 280907.

Tagged , , , , , , ,

Tujuh Pusat Perhatian Manajemen UKM

small_sevenMenurut Gerber (Guru manajemen UKM) dalam buku E-Myth yang fenomenal itu, setidaknya terdapat 7 hal yang harus diperhatikan dengan seksama oleh pebisnis pemula berskala kecil dan menengah (UKM) guna mencapai kesuksesan. Dia menyebut 7 formula tersebut sebagai Model Kesuksesan Bisnis (Business Success Model). Berikut ini saya coba menyampaikan ketujuh formula versi Gerber tersebut. Untuk lengkapnya saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku E-Myth Revisited karya Michael E. Gerber.

Kepemimpinan: Kembangkan visi untuk bisnis Anda
Hal utama yang menyediakan arah dan tujuan untuk keseluruhan bisnis.

Pemasaran: Memahami konsumen Anda yang terbaik
Riset dan analisis konsumen Anda guna mengidentifikasi siapakah mereka, dimanakah mereka, dan mengapa mereka membeli dari Anda.

Uang: Bangunlah, ikuti, dan peliharalah cash flow yang dapat diprediksi
Pahamilah sisi keuangan perusahaan Anda. Perhatikan pergerakan uang dalam bisnis dan ciptakanlah nilai finansial perusahaan.

Manajemen: Bentuk dan berilah motivasi tim yang tepat
Cara Anda mengelola orang, sistem, dan sumber daya, termasuk mengembangkan infrastruktur dan budaya dalam perusahaan Anda.

Perolehan Prospek: Menciptakan kesadaran terhadap Anda pada khalayak sasaran Anda
Langkah-langkah yang dilakukan secara sistematis guna menarik konsumen untuk membeli produk atau jasa Anda.

Konversi Prospek: Menciptakan sistem penjualan yang dapat diprediksi
Proses konversi dari prospek menjadi konsumen, termasuk diantaranya penjualan dan pembukuan konsumen.

Pemenuhan Janji Kepada Konsumen: Memenuhi janji…tiap saat
Memenuhi janji yang telah disampaikan dalam proses Perolehan Prospek dan Konversi Prospek.

Tagged , , , , ,

How to Series – Presentasi Bisnis Kepada Calon Investor (2)

ppt4Setelah siap dengan Business Plan yang baik, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan presentasi bisnis di hadapan calon investor. Hal ini merupakan aktivitas yang sangat vital dan akan menentukan apakah proposal bisnis Anda layak untuk diterima atau tidak. Siapapun calon investor Anda, baik individual maupun institusi, Anda harus memastikan bahwa presentasi tersebut mampu meyakinkan mereka untuk berinvestasi dalam bisnis Anda. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan guna menciptakan suatu presentasi bisnis yang berhasil:

1. Senantiasa berpikir positif.

Senantiasa berpikir positif akan membuat Anda rileks dan menunjukkan antusiasme yang wajar. Orang yang berpikir positif dapat dengan mudah dikenali dari tatapan matanya yang tajam namun lembut dan raut muka yang cemerlang. Dengan berpikir positif maka akan lebih mudah bagi Anda untuk membentuk optimisme dan meyakinkan calon investor bahwa Anda memiliki ide bisnis yang hebat dan Anda adalah orang yang tepat untuk menjalankan hal tersebut.

2. Kumpulkan informasi selengkap mungkin

Sebelum melakukan presentasi bisnis, lakukan riset mendalam dan pastikan bahwa Anda memiliki informasi yang relevan tentang latar belakang calon investor Anda selengkap mungkin. Ingatlah bahwa pengetahuan Anda tentang calon investor tersebut akan sangat membantu Anda guna memahami “cerita di balik layar” yang dilakukan oleh mereka dalam setiap pengambilan keputusan.

3. Berpenampilan Profesional

Dalam presentasi bisnis seperti ini maka penampilan yang profesional adalah sangat penting. Usahakan semaksimal mungkin untuk berpenampilan rapi dengan menggunakan jas atau minimal menggunakan dasi. Ingatlah bahwa penampilan yang profesional tidak mesti harus menggunakan pakaian mahal. Bilamana Anda laki-laki maka bercukurlah (well-groomed) dengan rapi agar Anda tampak fresh dan siap menghadapi tantangan.

4. Pastikan material pendukung tersedia dengan baik.

Anda harus memastikan bahwa laptop, LCD Projector atau material pendukung yang akan Anda gunakan dapat berfungsi dengan baik. Jangan sampai konsentrasi Anda terpecah karena hal-hal seperti ini.

5. Kuasailah Materi Anda Sebaik Mungkin

Banyak sekali presentasi bisnis yang gagal dikarenakan presenter kurang memahami materi yang disampaikannya. Hal ini jangan sampai terjadi karena akan mengurangi kredibilitas Anda di mata calon investor. Gunakan waktu yang memadai untuk mempelajari materi Anda sebaik mungkin dan berusahalah berpikir out of the box guna mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan dari mereka yang mungkin diluar dugaan Anda.

6. Gunakan data yang akurat dan memadai.

Presentasi yang bagus adalah presentasi yang ditunjang dengan data-data yang akurat dan memadai. Gunakan grafik, tabel, dan perhitungan finansial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagaimanapun juga aspek finansial merupakan salah satu faktir terpenting guna menarik minat investor.

7. Buatlah Presentasi yang Singkat, Padat, dan Jelas.

Presentasi yang baik bukanlah presentasi yang berisi puluhan slides Power Point namun tidak ada esensinya. Power Point hanyalah alat (tools) bagi Anda untuk menyampaikan gagasan Anda tentang bisnis tersebut. Gunakan slide presentasi secukupnya saja namun mampu menampung gagasan Anda secara komperehensif namun mudah dimengerti. Ingatlah selalu bahwa pemahaman mereka terhadap ide-ide bisnis Anda belum tentu sama dengan Anda, oleh karena itu sebisa mungkin gunakan bahasa yang umum dan jelas bagi orang yang awam dengan bisnis Anda. Kalau penguasaan bahasa Inggris Anda pas-pasan saja maka sebaiknya dihindari penggunaan bahasa Inggris guna kepentingan pamer atau gaya semata. Lain halnya kalau Anda melakukan presentasi di hadapan orang asing, maka sebaiknya menggunakan bahasa Inggris 100%.

8. Jujur, jujur, dan jujur.

Tetaplah jujur dalam setiap perkataan Anda, katakana bisa kalau memang bisa dan sebaliknya. Calon investor lebih menyukai pebisnis yang jujur dalam menyampaikan proyeksi bisnisnya di masa depan disbanding mereka yang suka membual dan menyampaikan angka-angka yang tidak masuk akal. Karena sekali Anda ketahuan berbohong maka hampir mustahil bagi Anda untuk dapat meyakinkan mereka kembali.

9. Dengarkan, jangan Cuma bisa bicara.

Mendengarkan (listening) pendapat orang lain merupakan suatu hal yang tampaknya mudah namun sangat sulit untuk dilakukan. Umumnya saking bernafsunya orang akan terus-terusan berbicara dan gagal menyerap aspirasi orang lain. Kalau hal ini terjadi maka akibatnya bisa fatal. Investor perlu meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka akan bekerjasama dengan orang yang kooperatif dan mau memahami pendapat orang lain.

10. Tetaplah tenang dan jangan ngotot.

Seringkali dalam presentasi bisnis kita akan bertemu dengan orang berbicara dengan sangat lugas, apa adanya (straight forward), dan tajam. Kalau kita tidak mengantisipasi hal itu dengan baik maka bukan tidak mungkin emosi kita akan terpancing. Bila hal tersebut terjadi maka bisa dipastikan presentasi itu akan gagal dengan prematur karena kita tidak berhasil mengendalikan diri kita. Hal yang perlu kita lakukan adalah tetap tenang, senantiasa berpikir positif, dan tidak ngotot. Dalam banyak kasus seringkali investor hanya ingin menguji dan memastikan bahwa kita memang memiliki mental entrepreneur yang sangat kuat.

11. Sampaikan prestasi (achievement) Anda dan testimoni dari orang atau lembaga yang berpengaruh.

Untuk mendukung presentasi bisnis Anda kepada investor maka Anda perlu memaparkan prestasi yang telah Anda capai hingga saat ini. Selain itu usahakan untuk memperoleh dukungan atau testimoni dari klien atau kolega yang puas dengan pekerjaan Anda. Akan lebih bagus kalau testimoni tersebut Anda peroleh dari orang atau lembaga terkemuka yang berpengaruh.

12. Jangan mudah menyerah dalam negosiasi.

Anda perlu mempersiapkan diri semaksimal mungkin guna menghadapi proses negosiasi untuk pembagian komposisi saham ataupun hal-hal lainnya. Persiapkanlah titik terendah (bottom-line) yang masih dapat Anda akomodir. Jangan mudah menyerah atau pasrah demikian saja terhadap tawaran dari investor karena bisa jadi hal ini akan Anda sesali di kemudian hari. Ingatlah selalu bahwa pada dasarnya negosiasi adalah suatu seni untuk menciptakan kompromi atas berbagai pendapat yang berbeda.

Secara garis besar tips-tips di atas akan sangat membantu Anda untuk menciptakan suatu presentasi bisnis yang powerful dan efektif di hadapan calon investor. Pada dasarnya investor hanya perlu diyakinkan bahwa bisnis yang sedang ditawarkan ini memiliki prospek yang bagus di masa depan dan Anda sanggup melindungi dana dan kepentingan mereka serta memberikan keuntungan sesuai dengan yang mereka harapkan. Bila Anda mampu memberikan semua itu maka niscaya Anda akan memperoleh investasi berapapun yang Anda butuhkan. @Betley-020909.

Tagged , , , , ,

How to Series – Presentasi Bisnis Kepada Calon Investor (Part 1)

business man with a dollar symbolSalah satu faktor terpenting bagi pebisnis adalah ketersediaan dana segar (fresh money) untuk membiayai operasional perusahaan. Meski bukan satu-satunya faktor, tapi ketersediaanya merupakan penentu bagi berdirinya suatu entitas bisnis. Namun demikian bagi pebisnis pemula untuk mendapatkan dana segar bukanlah persoalan yang mudah karena memang diperlukan adanya pengalaman, relasi bisnis dan luas, dan juga teknik-teknik khusus yang memadai. Dalam tulisan terdahulu saya telah mengulas tentang cara-cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh modal bisnis, oleh karena itu dalam kesempatan ini saya akan fokus untuk mengulas tentang tips dan teknik presentasi di hadapan calon investor guna memperoleh dana segar yang kita perlukan guna mendirikan suatu entitas bisnis.

Menurut saya alternatif ini jauh lebih menguntungkan dibanding alternatif pendanaan yang lain karena beberapa hal: 1) Lebih mudah bagi pengusaha pemula dibanding memperoleh pinjaman bank, 2) Bisa berbagi resiko dengan partner bisnis, 3) Tidak perlu membayar bunga dan menyertakan jaminan, 4) Kita bisa memperoleh nilai tambah dari partner yang berupa pengalaman, relasi bisnis, dsb. Tetapi harus disadari juga bahwa alternatif ini memiliki beberapa persyaratan dan juga kendala seperti: 1) Tidak mudah memperoleh partner yang sesuai, 2) Kita tidak memiliki kendali 100% terhadap bisnis kita, 3) Terdapat resiko perpecahan atau bisnis kita diambil-alih oleh investor kita.

Bila kita sudah yakin tentang alternatif pendanaan bisnis dari pihak eksternal, maka ada baiknya kita segera menyiapkan langkah-langkah strategis guna memastikan bahwa kita akan berhasil memperoleh kucuran dana dari mereka. Pada dasarnya terdapat beberapa jenis investor, diantaranya: 1) Investor Perorangan/Individual, 2) Lembaga Investasi Swasta/Venture Capital, 3) Investasi dari Pemerintah, dan 4) Investasi berbasis Sosial/Investasi dana CSR (Corporate Social Responsibilities)/PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Pada dasarnya semua jenis investasi tersebut adalah baik dan menguntungkan dan lebih tergantung pada kesempatan yang Anda miliki untuk memperoleh akses ke investor tersebut di atas. Anda dapat mencari informasi tentang investasi dari lembaga swasta maupun pemerintah melalui media massa, internet, LSM, atau langsung datang ke institusi yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman saya BUMN diwajibkan menyisihkan dana beberapa persen dari keuntungan yang diperolehnya untuk dapat disalurkan sebagai permodalan bagi pebisnis berskala kecil dan menengah (UKM). Sepengetahuan saya Pertamina, BRI, Bank Mandiri, PNM, dsb menyediakan dana ratusan miliar dalam program PKBL tersebut namun penyalurannya tidak berlangsung dengan baik dikarenakan minimnya sosialisasi kepada masyarakat.

Setelah memperoleh informasi yang memadai mengenai calon investor, maka langkah selanjutnya ialah menyiapkan Business Plan dan presentasi bisnis kepada calon investor. Anda harus meyakinkan diri Anda bahwa Business Plan yang Anda buat merupakan dokumen terbaik yang pernah Anda buat sepanjang hidup Anda karena mungkin tidak akan pernah ada kesempatan kedua. Terbaik disini bukan berupa dokumen yang menyajikan informasi super optimistis dengan angka-angka tinggi yang tidak masuk akal.

Business Plan yang bagus adalah dokumen yang menyajikan informasi yang: 1) Jujur/Honest, 2) Menyeluruh/Comprehensive, 3) Masuk akal/Doable, 4) Jelas/Clear, dan 5) Informatif, 6) Dirancang dengan profesional/Presentable. Kalau Anda berhasil membuat Business Plan seperti itu maka Anda sudah setengah jalan menuju keberhasilan. Saya akan menyampaikan anatomi Business Plan yang memiliki “nilai jual” tinggi dalam tulisan di lain waktu. @Betley-020909

Tagged , , , , , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.