Ini passion-ku, mana passion-mu?

Passion? Sebenarnya apa sih Passion itu? Secara sembrono banyak sekali dalam buku atau terjemahan dari acara TV yang saya tonton menerjemahkan Passion dengan kata “gairah” dalam konteks romansa semata. Mungkin tidak salah juga diartikan dengan gairah, namun menurut saya arti kata passion jauh lebih rumit dan dalam dibanding semata-mata kata “gairah”.

Passion dalam banyak hal bisa dimaknai sebagai jalan hidup atau bahkan hidup itu sendiri. Passion merupakan semacam energi atau bahan bakar untuk menggerakkan hidup seseorang. Keberhasilan menemukan passion dan menjalaninya membuat hidup seseorang jauh lebih berarti dan oleh karenanya mempermudah seseorang untuk mencapai gerbang kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidupnya. Dengan passion seseorang tidak akan pernah mengalami apa yang dirasakan sebagai “bekerja” karena apa yang disebut orang lain sebagai pekerjaan akan dimaknai sebagai suatu perjalanan hidup yang membahagiakannya. Intinya tetap bersenang-senang dan terus mendapatkan penghasilan.

Namun pertanyaan yang seringkali muncul adalah bagaimana cara kita menemukan passion? Boro-boro mau menjalani hidup sesuai passion kalau kita belum mengetahui bagaimana menemukan passion itu. Saya sendiri termasuk orang yang mulanya kesulitan menemukan passion saya dikarenakan sampai beberapa waktu lalu saya belum benar-benar memahami apa itu passion dan terlebih bagaimana menemukannya.

Setelah tanya sana-sini dan mencari dalam berbagai literatur dan terlebih lagi berusaha mengamalkannya. Maka akhirnya saya putuskan untuk sharing tentang proses menemukan passion tersebut. Metode ini sangat berguna bagi saya dan semoga bisa menginspirasi Anda semua. Metode ini sengaja saya buat dalam bentuk daftar dengan tujuan untuk mempermudah Anda memahami langkah demi langkah meskipun dalam prakteknya langkah tersebut tidaklah kaku melainkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Langkah Pertama: IDENTIFIKASI

Pernahkah Anda sejenak berdiam diri dan berefleksi tentang bidang yang sangat Anda KUASAI? Sangat Anda SUKAI? Atau bidang-bidang yang diam-diam Anda IMPIKAN? Cobalah melakukan refleksi dan akseslah segenap memori dalam hidup Anda tentang kejadian-kejadian atau hal-hal yang membuat Anda merasa sangat BAHAGIA, BERSEMANGAT, dan TERTANTANG untuk menjalaninya.

Langkah kedua: BUATLAH DAFTAR

Setelah melakukan identifikasi, maka buatlah daftar tentang hal-hal yang Anda KUASAI, SUKAI, atau IMPIKAN. Setelah daftar tersusun, buatlah urutan berdasarkan skala prioritas. Untuk membuat skala prioritas sangatlah mudah, cukup tanyakan kepada diri Anda sendiri dari masing-masing daftar tersebut, dari skala 1-5 dimana 1 untuk kurang dikuasai, disukai, atau diimpikan dan 5 untuk paling dikuasai, disukai, dan diimpikan. Setelah menentukan skornya maka susunlah daftar tersebut mulai dari poin tertinggi.

Langkah ketiga: LAKUKAN EKSPERIMEN

Dengan daftar prioritas yang telah Anda miliki, selanjutnya adalah melakukan eksperimen terhadap masing-masing daftar tersebut. Jalankanlah satu demi satu hal-hal yang ada dalam daftar tersebut. Misalkan daftar tertinggi adalah memasak, maka cobalah memasak dengan lebih sering dalam kurun waktu tertentu dan rasakanlah bagaimana perasaan Anda terhadap aktivitas tersebut. Apakah Anda merasa sangat bahagia atau malah justru biasa-biasa saja dan bahkan pada akhirnya merasa bosan?

Langkah keempat: BUATLAH DAFTAR UNGGULAN

Setelah melakukan eksperimen, maka langkah selanjutnya adalah membuat nominasi daftar unggulan atau finalis dari daftar yang ada. Ambilah 2 aktivitas teratas yang setelah Anda coba jalankan tetap menjadi daftar teratas dari yang Anda kuasai, sukai, dan impikan.

Langkah kelima: LAWAN KETAKUTAN ANDA

Dengan nominasi tersebut, maka kenali pendapat Anda tentang nominasi tersebut. Apakah ada ketakutan atau keraguan yang Anda rasakan dengan pilihan-pilihan tersebut? Setelah menemukan tantangan tersebut maka langkah selanjutnya adalah MELAWANNYA. Dalam kondisi ideal dimana Anda PASTI berhasil, apakah yang akan Anda lakukan dengan pilihan Anda tersebut? Kumpulkan sebanyak mungkin jawaban terhadap pertanyaan tersebut. Juga pertanyaan tentang apa kondisi terburuk yang bisa terjadi dari ketakutan tersebut? Faktanya sebagian besar ketakutan hanya merupakan imajinasi berlebihan dari otak kita dan tidak berlandaskan pada realitas yang ada. Satu-satunya jalan untuk menghindarkan dari ketakutan adalah dengan melawannya!

Langkah keenam: HIDUP DENGAN PASSION ANDA

Langkah ini merupakan langkah yang paling penting sekaligus paling MENANTANG. Setelah menentukan passion Anda dan melawan keraguan Anda, langkah selanjutnya adalah menentukan cara untuk memperoleh nafkah dari PASSION Anda tersebut. Saya merekomendasikan Anda untuk mencari literatur yang lebih dalam tentang bagaimana memperoleh penghasilan dari PASSION Anda tersebut. Bertanyalah kepada orang-orang yang terlebih dahulu sukses dalam bidang sesuai passion Anda tersebut. Dan juga yang tak kalah penting carilah mentor atau coach yang kompeten guna membantu Anda menjalani hidup sesuai dengan passion Anda.

Passion bukanlah suatu hal yang statik, pada titik tertentu passion bisa saja berubah dan berkembang sesuai kedewasaan dan tingkat pengalaman seseorang. Pada akhirnya hal yang terpenting adalah melakukan ACTION dan secara terus menerus melakukan pengembangan dari waktu ke waktu. Selamat mencari dan menjalani passion Anda. Saya jamin, “your life will never been the same”. ***

Tagged , ,

Mbah Min Kebo

Langkah kaki membawaku menyusuri jalan setapak itu. Jalan lengang dan berdebu yang sudah lama kutinggalkan semenjak meninggalkan desa ini menuju belahan bumi yang lain guna mengejar segumpal asa. Jalan itu masih sama seperti 16 tahun yang lalu, masih berkerikil dan bopeng di sana-sini serta hanya bisa dilewati oleh satu mobil bergantian.

Di tengah jalan kulewati kuburan tua dimana tubuh Mbah Min Kebo dimakamkan. Nisannya terletak di ujung pekuburan desa dekat dengan jalan yang kulewati. Makam itu dihiasi dengan nisan kusam yang tampaknya sudah belasan tahun tidak dikunjungi oleh kerabatnya. Rumput liar dan daun-daun kamboja kering menjadi penghias makam itu. Dorongan hati menghantarku menuju makam itu.

Sejurus kemudian aku telah terpekur di depan makam itu dan melihat tulisan yang ada di nisan itu. Min Kebo, lahir 8 Juni 1930 wafat 19 Agustus 1978. Aku sendiri kurang mengenal siapa sesungguhnya Mbah Min Kebo itu. Namun yang kudengar dari para tetua di desaku, dulunya dia orang kaya dan terpandang di desaku. Mbah Min Kebo adalah seorang blantik atau pedagang hewan ternak yang sangat sukses. Kurasa dari profesinya itulah dia memperoleh panggilan Min Kebo. Ya, Min Kebo alias Min Kerbau. Padahal nama yang diberikan oleh orang tuanya adalah Suparmin. Tapi karena profesinya dan mungkin demi mempermudah panggilan, orang memanggilnya Min Kebo.

Di masa jayanya Min Kebo memiliki beberapa istri dan lebih banyak lagi simpanan. Kekayaannya yang berlimpah membuatnya memiliki kebebasan untuk menunjuk siapapun perempuan yang ingin dikawininya baik resmi maupun siri. Sepupu jauh nenekku adalah salah seorang istrinya.

Kekayaan dan kesuksesan berdagang hewan ternak membuat Min Kebo menjadi semacam raja kecil di desaku. Semua orang sangat menghormatinya tak terkecuali orang tuaku. Mulanya Suparmin muda dikenal sebagai pemuda miskin namun ramah dan seorang pekerja keras. Berkat kepiawaiannya berdagang lama-lama dia menjelma menjadi salah seorang terkaya di desaku.

Hal tersebut membuatnya terkena sindrom “melik nggendong lali” alias kesuksesan membawanya lupa akan dirinya yang dulu. Laksana dongeng Petruk Jadi Raja dalam cerita wayang orang yang terkenal itu dia mulai menjalani hidupnya dengan foya-foya dan berantakan. Pemuda Suparmin yang dulunya ramah dan ringan tangan menjelma menjadi seorang Min Kebo yang suka bermabuk-mabukkan, tukang kawin, dan terlebih-lebih suka judi dadu.

Kekayaan membuatnya lupa diri, sanjungan orang di sekitarnya telah membuatnya merasa telah menguasai dunia dan tak akan ada suatu hal dalam hidup yang akan membuatnya miskin atau gagal. Dia merasa menjadi semacam titisan dari Midas yang apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas.

Kegilaan demi kegilaan membuatnya lupa diri akan dirinya yang sesungguhnya.. Kebahagiaan semu dari perjudian, minuman keras, dan goyang lenggok pinggul para penari ledhek yang bahenol pelan-pelan tapi pasti membuatnya terjerembab dalam kekelaman dan sumur gelap kehidupan yang semakin dalam.

Semakin lama dia semakin lupa diri hingga puncaknya usaha jual-beli hewan ternaknya menjadi terlupakan dan mulai ditinggalkan oleh pembelinya. Mbah Min Kebo mulai menipu orang-orang yang dulu sangat mempercayainya. Kekalahan demi kekalahan dari permainan judi dadu telah menyeretnya menjadi seorang penghutang demi memenuhi nafsunya liarnya. Terlebih lagi affairnya dengan Sumarni, seorang penari ledhek yang memang memiliki tubuh sintal dengan wajah yang cantik dan bersinar, semakin menguras hartanya. Meskipun usahanya meredup, Min Kebo tetap memaksakan dirinya memanjakan penari ledhek itu dengan barang-barang mahal yang diperolehnya dari hasil mengutang dan menipu orang.

Orang-orang yang ditipu dan dihutanginya mulai gelisah karena uang yang dipinjamkannya tidak dibayar kembali oleh Mbah Min Kebo. Hingga akhirnya mereka bersepakat untuk untuk memburu Min Kebo guna melunasi hutang-hutang itu. Naas bagi Min Kebo, suatu malam sewaktu dia meringkuk di rumah ledhek simpanannya orang-orang desa menemukannya. Bukannya menyerah dan berjanji membayar hutang, dia malah menantang orang-orang berkelahi. Kemarahan dan kegeraman yang memuncak dari orang-orang desa membuat mereka gelap mata dan mengeroyok Mbah Min Kebo tanpa ampun. Semua orang itu memukul dan menganiaya Mbah Min Kebo hingga akhirnya dia tewas dengan tragis.

Itulah kisah Mbah Min Kebo yang memilukan. Entah kenapa bulu di tengkukku tiba-tiba berdiri dan kurasakan desiran angin yang aneh. Tanpa menunggu lama, aku langsung bergegas meninggalkan makam tersebut dan melanjutkan perjalananku menuju rumah orang tuaku. ***

Entrepreneurship adalah Pilihan

Saat ini sebagian orang berpendapat bahwa Entrepreneurship adalah satu-satunya pilihan untuk menjadi sukses dan bahagia dalam hidup. Hal tersebut umumnya dimunculkan dalam berbagai artikel, buku, majalah atau seminar-seminar yang berhubungan dengan Entrepeneurship. Namun saya kurang sependapat dengan ide tersebut, menurut saya menjadi pengusaha adalah sebuah PILIHAN. Saya menjadi pengusaha karena itu pilihan yang mulia dan sama mulianya dengan keputusan orang lain untuk menjadi karyawan, profesional, ataupun self-employed.

Menurut saya hal ini penting untuk dipikirkan karena dalam berbagai kuliah, pelatihan dan lokakarya yang saya ampu saya seringkali berinteraksi dengan peserta yang berpikir bahwa menjadi pengusaha adalah satu-satunya pilihan dalam hidup untuk bisa kaya, sukses, dan bahagia. Sering sekali saya berdiskusi dengan mereka yang ikut latah menjadi pengusaha sebagai akibat pemahaman yang kurang tepat mengenai esensi entrepreneurship. Tentu saja saya sepakat bahwa semua orang berhak dan pasti bisa berhasil menjadi pengusaha. Namun dengan memaksakan diri mengikuti tren menjadi pengusaha tanpa dibarengi dengan persiapan mental dan teknis yang memadai merupakan tindakan yang kurang bijaksana.

Selain itu saya berpendapat bahwa orang wajib happy dengan pilihannya untuk menjadi pengusaha. Kalau dari awal orang tidak bahagia dengan pilihannya sebagai pengusaha maka dia telah memikul beban tambahan yang makin memberatkan langkahnya untuk menjadi pengusaha yang sukses.

Berdasarkan hasil diskusi saya dengan beberapa rekan dan sahabat dalam sesi coaching, saya mengidentifikasi adanya pola yang membedakan mereka yang memilih menjadi pengusaha karena panggilan hidupnya dengan mereka yang menjadi pengusaha karena latah atau karena tren semata. Pada umumnya mereka yang memutuskan menjadi pengusaha karena pilihan hidupnya akan memiliki determinasi yang jauh lebih besar dibanding mereka yang latah. Determinasi menjadi faktor penting karena pada fase awal usaha pada umumnya timbul tantangan yang berpotensi mengikis motivasi kita. Pada titik tertentu bila tantangan tersebut hadir secara beruntun maka determinasi dan komitmen kita akan diuji. Fakta menunjukkan bahwa mereka yang menentukan pilihan hidup untuk menjadi pengusaha akan lebih tahan menghadapi tantangan yang ada dibanding mereka yang latah atau ikut-ikutan tren sesaat.Entrepreneurship jelas sebuah pilihan, jadi kalau Anda memang telah memilih dan memutuskan menjadi pengusaha maka pastikanlah Anda memilih dengan kepala dingin dan mengikuti kata hati Anda. Jangan sekali-kali pilihan tersebut Anda buat hanya karena Anda mengikuti kata buku ini, kata seminar, kata majalah, kata koran, kata pak anu, kata bu itu, dsb. Memutuskan menjadi pengusaha memiliki konsekuensi untuk mengubah secara radikal mindset (prinsip berpikir) dan lifestyle (gaya hidup) Anda. Oleh karena itu sekali Anda memilih untuk menjadi pengusaha, maka Anda wajib berkomitmen untuk berpikir dan bertingkah laku sebagai seorang pengusaha.

Salah satu contoh paling riil dari hal tersebut adalah fenomena Kafe Tenda di sekitar awal 2000an. Waktu itu banyak orang berbondong-bondong mengadu peruntungan bisnis mereka dengan membuka kafe tenda, mereka datang dari berbagai macam golongan mulai dari pekerja kantoran, pejabat, hingga para artis. Selain kafe tenda banyak lagi contoh seperti Kedai Pisang Goreng Kalimantan atau fenomena franchise berbagai macam jenis usaha. Namun sekarang berapa banyak yang bisa bertahan?

Mereka yang mendirikan usaha karena ikut-ikutan tren sesaat akan dengan mudahnya memutuskan untuk balik kanan dan melarikan diri dari tantangan yang ada. Lain halnya dengan mereka yang memang memutuskan membuka kafe karena passion-nya. Salah satu yang bertahan (dan semakin sukses) adalah rekan sekaligus mentor saya, Rene Canoneo, yang membuka kafe karena itulah panggilan hidupnya. Rene bisa bertahan dan sukses karena baginya menjadi pengusaha adalah pilihan hidup yang dipilihnya, bukan karena mengikuti kata orang atau tren sesaat.

Kesimpulannya, pastikanlah bahwa keputusan menjadi pengusaha merupakan PILIHAN Anda sendiri dan Anda wajib bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pilihan tersebut. Bukan karena bujuk rayu dari buku ini, menurut seminar, kata Pak Anu, Bu Itu, artikel koran, majalah, dsb.

Tagged , , , , , ,

A Journey of Father & Son

Once upon a bright, sunny morning a man and his young son left their farm to make a trip into town. The boy rode atop their donkey as the father walked alongside. Along the road they encountered a fellow from the nearby village. “You should be ashamed of yourself!” the fellow said, admonishing the boy. “You ride comfortably while your poor, old father has to walk. You have no respect!” The boy and his father first sheepishly exchanged glances, then exchanged places.

As the two continued their journey, they chanced upon another fellow. “You selfish old man!” he said. “You take the easy ride while your poor son wears himself out trying to keep up. You should at least let the boy ride also.” Not wishing to offend, the old man helped his son climb aboard. The pair then continued their journey.

Before long, they came upon a woman coming from the opposite direction. She, too, found fault with their arrangement. “I’ve never seen such cruelty! You two lazy louts are too heavy for that poor donkey. It would be more fitting for the two of you to be carrying the animal.” Not wishing to fall from favor with the woman, the man directed his son to bind the donkey’s front hooves together, then back hooves together. Meanwhile, the man himself cut a long, sturdy pole from a nearby tree. The pair laid the animal down, slid the pole through his bound hooves, then lifted the pole to their shoulders-the father on one end, the boy on the other, the donkey hanging upside- down on the pole between them. Carrying the donkey, the pair trudged along. As they crossed the bridge that lead into town, the upside-down donkey saw his reflection in the water below from an angle that he had never before seen. The animal became frightened and suddenly thrashed about violently, causing the pair to lose their grips on the pole. Before they could grab him, the donkey fell off the narrow bridge into the water below. Still bound, the donkey was unable to swim. From the bridge, the father and son helplessly watched as their donkey sank out of sight, into the deep water below.

Moral:

After a moment of silent reflection, the father turned to the boy and spoke: “Son, we learned a valuable lesson today. We learned that when you try to satisfy everyone you end up losing your ass.”

Source: internet (I forgot the web address, please let me know if you find the original creator. Tq)

Tagged , , , , ,

Apa itu Entrepreneurship? (Revisited)

Apa itu Entrepreneurship? Meski kata ini sangat populer akhir-akhir ini, namun tak ada salahnya kalau kita coba memahami definisi dan makna sebenarnya dari kata ini. Sering juga disebut dengan kewirausahaan, terdapat banyak sekali definisi dari Entrepreneurship. Salah satu definisi yang menurut saya mudah dipahami adalah definisi dari Bapak Manajemen Modern, Peter F. Drucker. Drucker mendefinisikan Entrepreneurship sebagai ”… aktivitas yang konsisten dilakukan untuk mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi aktivitas yang menguntungkan”. Kata kunci dari definisi yang disampaikan oleh Drucker adalah: Konsistensi, Konversi, Ide-ide, dan Menguntungkan.

Dengan kata lain sangatlah jelas bahwa Entrepreneurship membutuhkan adanya suatu aktivitas yang konsisten dari Entrepreneur guna memperoleh keuntungan dari hasil konversi ide-ide bisnisnya. Awal dari Entrepreneurship adalah ide-ide bisnis yang cemerlang dan berpangkal pada timbulnya keuntungan dari aktivitas tersebut. Hal lain yang penting menurut Drucker guna menjamin kesuksesan proses tersebut adalah konsistensi dari entrepreneur untuk melakukan setiap aktivitasnya. Konsistensi yang diikuti dengan determinasi atau sikap pantang menyerah merupakan karakter fundamental yang wajib dimiliki oleh mereka yang ingin sukses sebagai entrepreneur.

Selain definisi tersebut guna lebih mempermudah pemahaman terhadap Entrepreneuship. saya merumuskan satu definisi Entrepreneurship yang terilhami oleh formula tentang energi yang diciptakan oleh Albert Einstein, yakni formula:

E=mc2

E: Entrepreneurship, m: Maximum Effort, c: Commitment dan c:Creativity.

Menurut saya, Entrepreneurship adalah kolaborasi dari adanya Maximum Efforts atau usaha yang maksimal dari individu atau kelompok individu yang terlibat dalam proses tersebut, dan adanya Commitment (Komitmen) dari pihak yang terkait untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, serta kreativitas untuk menemukan dan menjalankan ide-ide bisnis yang tepat sasaran.

Maximum Efforts berarti adanya keputusan untuk menjalankan setiap aktivitas yang diperlukan dengan semangat dan kesungguhan100%. Berdasarkan pengalaman pribadi dan juga hasil berguru pada para pengusaha yang berhasil, saya menemukan pola yang sama diantara mereka yakni bahwa setiap usaha meraka pasti dijalankan dengan kesungguhan melebihi ekspektasi yang disampaikan pihak lain kepada sang pengusaha. Fakta di lapangan mengajarkan kepada saya bahwa mereka yang dari mulanya hanya berniat “mencoba” untuk berusaha umumnya tidak akan bertahan lama dalam bisnis tersebut dan kalaupun bertahan tidak akan beranjak dari posisinya sebagai medioker. Kalimat bijak yang paling menginspirasi saya sehubungan dengan hal ini adalah “Man jadda wajada” yang bermakna “barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mencapai tujuan yang diinginkan”. Oleh karena itu bila Anda memang berminat untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses maka pastikanlah Anda menjalankannya segenap hati dan dengan penuh kesungguhan. Karena jika tidak maka bisa jadi Anda akan membuang waktu percuma dalam hidup Anda.

Commitment atau komitmen adalah kunci penting dalam kesuksesan berbisnis. Tanpa adanya komitmen dari individu atau kelompok individu yang bersangkutan maka bisa dipastikan bisnis tersebut tidak akan bertahan lama. Komitmen sangat erat hubungannya dengan TRUST atau kepercayaan diantara individu yang terlibat. Tanpa adanya komitmen yang kuat dari semua pihak maka tidak akan terbentuk trust yang merupakan fondasi penting dari kelangsungan suatu bisnis. Komitmen dalam konteks bisnis berhubungan dengan komitmen untuk fokus pada aktivitas bisnis, komitmen waktu,  komitmen finansial, dan komitmen pemenuhan janji kepada stakeholders yang terlibat seperti pada konsumen, karyawan, supplier, bank, pemerintah, dsb. Sangatlah penting untuk meninjau komitmen dari diri Anda sendiri dan semua pihak yang terkait sebelum memulai bisnis. Intinya sekali berkomitmen maka wajib kiranya untuk melakukan hal apapun guna memenuhi komitmen tersebut.

1% action atau tindakan nyata jauh lebih bermanfaat daripada 99% wacana

Creativity atau kreativitas berhubungan dengan kelihaian dari pengusaha untuk mengendus setiap peluang sekecil apapun yang ada dan mengolahnya menjadi suatu bisnis yang menguntungkan (profitable) dan bertahan lama (sustainable). Selain lihai mengidentifikasi setiap peluang yang ada, pengusaha yang berhasil memiliki karakter untuk menindaklanjutinya dengan ACTION atau tindakan yang nyata. Juga tak kalah pentingnya adalah kreativitas pengusaha untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap tantangan yang ada. Realitas yang ada menunjukkan bahwa semua pengusaha berhasil bisa dipastikan pada masa-masa tertentu akan menghadapi tantangan dalam bisnis. Hal tersebut seyogyanya dimaknai sebagai suatu proses upgrading untuk membawanya ke level yang lebih tinggi. Kreativitas tidak turun dari langit dan oleh karenanya bisa dipelajari oleh semua orang yang memiliki kemampuan.

Definisi tersebut di atas saya formulasikan dengan maksud untuk mempermudah pemahaman awal tentang Entrepreneurship. Namun mulai dari awal hingga akhir, Anda akan menemukan bahwa blog ini merupakan blog yang berorientasi pada ACTION (Action Oriented), karena saya percaya bahwa 1% action atau tindakan nyata jauh lebih bermanfaat daripada 99% wacana. @Betley15092010

Tagged , , , , , ,

NLP Series-S.W.I.S.H Pattern

Salah satu pattern atau teknik dari NLP (Neuro Linguistic Programming) yang paling sering saya gunakan adalah SWISH Pattern. Kenapa? Karena teknik ini sangat mudah dilakukan oleh siapapun bahkan oleh mereka yang sama sekali belum mengenal NLP. SWISH Pattern sangat efektif untuk menghalau segala macam pikiran-pikiran negatif yang seringkali menyesakkan kita.

Presuposisi atau Prinsip Berpikir yang mendasari teknik ini adalah “The map is not the territory” alias “menu bukanlah makanan sesungguhnya” atau bisa dijabarkan bahwa pada dasarnya kita tidak bereaksi langsung terhadap REALITAS namun kita bereaksi terhadap PERSEPSI kita tentang realitas. Nah, disini kuncinya, karena kita hanya berhubungan dengan persepsi maka selama kita bisa mengelola persepsi maka kita bisa mengatasi pikiran-pikiran negatif yang menekan.

Terdapat bermacam-macam varian dari SWISH Pattern yang merupakan hasil pengembangan dari para developer NLP. Namun untuk alasan kepraktisan dan kemudahan maka saya akan menampilkan SWISH Pattern Classic dari Richard Bandler, Co-Founder NLP.

1. Pilihlah sebuah pikiran negatif yang menekan Anda dan buatlah menjadi gambar yang tidak bergerak (still picture). Imajinasikan gambar itu menjadi besar dan terang yang mewakili tekanan perasaan tersebut. Sisihkan untuk sementara dan beri nama gambar “TEKANAN”.

2. Pikirkan suatu situasi dimana Anda merasa memiliki kendali penuh (KONTROL) atas diri Anda dan memiliki semua pilihan yang diperlukan. Buatlah gambaran tersebut menjadi sangat nyata (vivid) dan ambil gambarnya (still picture). Sisihkan untuk sementara dan beri nama gambar yang “DIINGINKAN”.

3. Ambil gambar “TEKANAN” tersebut dan posisikan gambar buram dari gambar “DIINGINKAN” pada sudut kiri bawah. Seperti posisi insert dalam foto di surat kabar atau majalah. Lantas buat gambar yang terang dan besar (gambar TEKANAN) itu tiba-tiba menjadi gelap, lalu gambar kecil dan buram (gambar DIINGINKAN) secara bersamaan membesar untuk menggantikannya dan semakin lama semakin besar dan terang.

4. Lakukan proses ini selama 5-6x secara berurutan dan cepat. Ucapkan SWISH! pada setiap prosesnya. Setelah itu buka mata Anda sedetik setelah setiap giliran.

5. Test untuk melihat hasilnya.

Top Tips:
- Kecepatan proses SWISH.
- Test dengan memunculkan gambar “TEKANAN”, pada umumnya gambar tersebut akan semakin sulit muncul setelah proses tersebut.
- Coba berkali-kali sampai Anda menguasai teknik ini.

Selamat Mencoba! @Betley140912010

Tagged , , , , , , ,

NLP Series-Well-formed Objectives

Sebagai seorang praktisi Neuro Linguistic Programming (NLP), saya berkesempatan untuk mempelajari salah satu teknik paling powerful dari NLP, yakni teknik Well-formed Objective (Tujuan yang dibentuk dengan baik). Teknik tersebut membantu kita untuk menentukan tujuan, baik tujuan yang sifatnya Ultimate maupun Intermediate, dengan lebih efektif. Selain aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, teknik ini juga sangat mudah dipraktekkan. Meskipun terdapat banyak sekali paparan yang disampaikan oleh developer NLP, namun pada bagian ini saya akan fokus untuk menyampaikan teknik orisinal yang disampaikan oleh “Bapak NLP”, Richard Bandler.

1. Nyatakan dalam Kalimat POSITIF

Pada dasarnya otak kita tidak mengenali kata-kata yang sifatnya negatif (tidak, jangan, bukan, dsb). Oleh karena itu alih-alih menentukan tujuan “tidak mau miskin” maka nyatakanlah tujuan Anda dengan “memiliki kekayaan senilai sekian rupiah”. Pastikan bahwa Anda memiliki keyakinan penuh terhadap tujuan Anda tersebut.

2. Tujuan Berdasarkan INISIATIF dan KONTROL Diri Kita Sendiri

Tujuan yang Anda tentukan hendaknya dimulai oleh dan dipertahankan pelaksanaanya oleh Anda sendiri. Dalam konteks NLP, pihak yang bertanggungjawab dalam setiap tindakan adalah “saya” dan bukannya orang lain. Tujuan yang tergantung oleh orang lain bukanlah tujuan yang well-formed. Definisikan juga sumber daya (resources) dan perilaku (behaviour) yang Anda perlukan guna mencapai tujuan tersebut. Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk membantu Anda:

§  Apa yang bisa dan akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut?

§  Apakah langkah pertama yang Anda lakukan untuk memperoleh yang Anda inginkan?

§  Bagaimana Anda dapat memperoleh apa yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan Anda?

3. Tetapkan Tujuan dalam Kalimat yang Mendayagunakan INDERA Kita.

Tujuan yang efektif wajib didefinisikan dan dibuktikan dengan keseluruhan indera kita. Setidak-tidaknya adalah VAK yang meliputi indera penglihatan (Visual), pendengaran (Auditory), dan perasa (Kinesthetic). Hal ini penting karena hal ini memotivasi Anda untuk mencapai tujuan yang Anda tetapkan. Gunakan pertanyaan berikut untuk membantu Anda:

§  Apakah yang Anda LIHAT sewaktu tujuan tersebut telah tercapai?

§  Apa yang Anda DENGAR ketika tujuan terwujud?

§  Apakah yang Anda RASA ketika Anda telah mencapai tujuan tersebut?

§  Kapan dan dimana tepatnya?

4. Cek EKOLOGIS Terhadap Diri Kita Sendiri maupun Orang Lain

Tujuan yang telah ditetapkan wajib mendukung keseluruhan ekosistem yang ada dan selaras dengan kepentingan diri kita sendiri, keluarga, teman, orang lain, dan bahkan kepentingan seluruh umat manusia. Semaksimal mungkin Anda wajib memilih tujuan yang sifatnya win, win, win untuk seluruh pihak yang terlibat. @Betley14092010

Tagged , , , , , ,

Kategori Tujuan

Secara garis besar terdapat dua jenis tujuan, yaitu Ultimate Objective dan Intermediary Objective. Ultimate Objective merupakan tujuan paling utama yang Anda inginkan dalam hidup Anda sedangkan Intermediary Objective adalah tujuan antara yang sifatnya lebih temporer dan jangka pendek. Sedangkan ditinjau dari jenisnya, terdapat beberapa jenis tujuan yakni:

1. Karir/Bisnis

Tujuan ini berhubungan dengan dunia karir atau bisnis Anda. Apakah karir idaman Anda di masa datang? Posisi apa yang Anda idam-idamkan? Apakah Anda ingin menjadi profesional atau entrepreneur? Jenis bisnis apa yang ingin Anda tekuni? Penghargaan apa yang ingin Anda peroleh dalam dunia karis/bisnis?

2. Finansial

Tujuan ini seringkali disalahartikan sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup. Berapakah uang yang Anda perlukan? Investasi apa yang Anda idamkan di masa depan? Berapa properti yang ingin Anda miliki? Berapa tabungan yang hendak Anda miliki? Lifestyle seperti apa yang Anda ingin jalankan dengan uang Anda?

3. Sosial

Bagaimana kehidupan sosial Anda di masa depan? Seperti apakah pandangan masyarakat terhadap Anda yang Anda inginkan? Status sosial seperti apa yang Anda dambakan? Teman dan sahabat seperti apa yang ingin Anda miliki? Organisasi sosial apa yang Anda inginkan untuk bergabung? Kontribusi apa yang hendak Anda berikan untuk masyarakat?

4. Pengembangan Diri/Mental

Ketrampilan apa yang ingin Anda miliki di masa datang? Training atau workshop apa yang ingin Anda ikuti untuk meningkatkan kemampuan personal Anda? Apakah Anda berencana untuk mengambil pendidikan yang lebih tinggi? Apa hobby yang ingin Anda tekuni?

5. Fisik

Tujuan ini berhubungan dengan kondisi tubuh Anda. Apakah harapan Anda untuk tubuh Anda? Apakah Anda ingin bugar? Bagaimana pola makan yang Anda kehendaki? Bagaimana postur ideal yang Anda kehendaki? Apakah Anda hendak memulai program diet dan berolahraga?

6. Keluarga

Apakah kehidupan keluarga yang ideal menurut Anda di masa depan? Apakah Anda ingin meluangkan waktu yang lebih banyak bersama keluarga? Apakah Anda ingin mengembangkan hubungan komunikasi antara Anda dan pasangan atau dengan anak-anak? Apa rencana Anda untuk menjalin keakraban dengan seluruh keluarga besar Anda? Apa ide Anda untuk membahagiakan orang tua Anda?

7. Spiritual

Pada umumnya ujung dari suatu tujuan hidup manusia adalah tujuan spiritual. Bagaimanakah kehidupan spiritual yang Anda harapkan di masa depan? Apakah Anda ingin menunaikan ibadah haji/umroh atau berziarah ke Yerusalem/Lourdes? Bagaimana rencana pengembangan kehidupan spiritualitas Anda? Apakah Anda merasa batin Anda kosong dan memerlukan pengembangan spiritualitas? Apakah Anda tertarik untuk bergabung dengan organisasi keagamaan? @Betley14092010

Tagged , , , , , , ,

Kenapa Anda Perlu Tujuan?

Seringkali saya mendengar teman berbicara tentang “my life flows like water to the sea of life” atau biarlah hidup mengalir seperti air menuju sungai kehidupan. Sebagian dari mereka menjalani hidup dengan pasrah layaknya berjalan di padang pasir tanpa peta dan kompas sebagai penunjuk arah. Setiap hasil positif yang diperoleh dimaknai sebagai suatu keajaiban yang sama sekali tidak bisa diprediksi.

Namun pada sisi lain kalau kita telaah dengan lebih seksama, hampir semua ajaran agama dan spiritualitas yang pernah saya ketahui menyampaikan bahwa hendaknya manusia memiliki tujuan yang spesifik dalam menjalani hidupnya. Tujuan tersebut berupa tujuan spiritualitas maupun non spiritualitas seperti tujuan dalam bermasyarakat, berkeluarga, berbisnis, dsb.

Dalam konteks entrepreneurship, terdapat beberapa penjelasan dari Robert (2007, hal 72) tentang perlunya tujuan hidup yang spesifik yang relevan, diantaranya ialah:

- Tujuan membuat Anda tetap FOKUS.

- Tujuan memberi Anda sesuatu untuk DIRAIH.

- Tujuan membuat ide-ide dan SOLUSI terus mengalir.

- Tujuan membuat Anda ANTUSIAS.

- Tujuan memberikan gambaran RUTE dalam kehidupan.

- Tujuan memberikan ARTI dalam hidup Anda.

- Tujuan membantu Anda untuk tetap PRODUKTIF.

- Tujuan memberikan KEJELASAN dalam pembuatan keputusan.

- Tujuan menyediakan ALAT UKUR dalam mempertimbangkan suatu ide.

- Tujuan membantu Anda untuk tetap TERORGANISIR.

- Tujuan membantu Anda untuk MEMPROMOSIKAN diri Anda kepada orang lain.

- Tujuan membantu Anda MENILAI produktifitas dan efektifitas Anda.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa memiliki tujuan yang spesifik dan TERTULIS akan sangat membantu Anda untuk menyusun peta jalan sukses (success roadmap) Anda. @BHS01092010

Tagged , , , , , ,

Millionaires Mindset REVISITED!

Dalam beberapa kali kesempatan untuk menyampaikan training dan workshop, saya seringkali mendapat pertanyaan dari peserta yang kurang lebih berbunyi “Pak, saya merasa sudah bekerja keras, berdoa juga ngga kurang-kurang. Tapi mengapa kehidupan finansial saya tidak berubah?” atau ada juga yang setengah menghakimi diri dengan bertanya “Pak, mungkin sudah takdir saya kali ya, koq semua upaya sudah saya jalankan tapi keuangan saya tidak kunjung membaik?”

Meski pertanyaan tersebut tampaknya sederhana, tapi untuk menjawabnya sangatlah tidak sederhana dan memerlukan penjelasan yang panjang lebar. Karena waktu yang tersedia untuk menjawab tidak banyak maka saya memutuskan untuk menukil lagi list Millionaire Mindset yang saya ambil dari buku “The Secret of Self-Made Millionaire” karya Adam Khoo. Menurut saya buku tersebut sangat bagus untuk dibaca bagi mereka yang ingin mengetahui “isi kepala” dan mindset para milyuner. Kali ini saya akan berusaha menuliskannya dengan list yang simpel dan sesederhana mungkin supaya dapat lebih mudah dipahami

Always Exceed Expectations – Senantiasa Melebihi Ekspektasi.

Orang tua saya berpesan bahwa dalam setiap bidang yang saya geluti, maka saya harus menyediakan 110% kemampuan yang saya miliki. Karena hanya itulah cara yang diperlukan untuk bisa berhasil dalam bidang apapun. There’s no time for mediocre – tidak ada tempat untuk kaum medioker. Intinya kalaupun saat ini Anda sedang menjadi tukang sapu, maka jadilah tukang sapu yang TERBAIK di dunia. Demikian halnya kalau saat ini Anda adalah seorang CEO di suatu perusahaan besar, maka jadilah CEO terbaik. Memberikan sesuatu diatas ekspektasi akan menjamin keberhasilan Anda di bidang apapun.

Be Proactive – Jadilah Proaktif

Orang yang berhasil selalu sigap terhadap setiap peluang yang ada, sedangkan orang yang gagal hanya menunggu sampai kesempatan itu menghampirinya. Fakta menunjukkan bahwa peluang itu dapat kita CIPTAKAN kalau kita memiliki kemauan yang kuat.

Take 100% Responsibilities – Ambil Tanggung Jawab 100%.

Para pemimpin dan juga milyuner fokus untuk bertanggung-jawab atas setiap tindakan dan hasil perbuatan mereka. Mereka tidak menyalahkan keadaan ataupun orang lain sepertu yang sering digunakan oleh orang-orang gagal. Oleh karena itu maka sebaiknya kita mulai berlatih dan berupaya untuk berani mengambil keputusan dan mengambil tanggung–jawab atas setiap tindakan kita.

Delayed Gratification – Menunda Kesenangan

Salah satu tradisi yang menghambat seseorang untuk berhasil secara finansial adalah adanya perilaku yang mendahulukan kesenangan dibanding keputusan untuk menabung atau berinvestasi. Milyuner mendahulukan keuntungannya untuk menabung dan melakukan investasi sebelum mereka menikmati hasil pendapatannya.

Do what You Love – Lakukan yang Anda Senangi

Temukan PASSION Anda, dan jalankanlah! Hal tersebut akan menjamin kesuksesan Anda selamanya karena Anda menjalankan sesuatu yang Anda cintai dan Anda akan mudah menyatu di dalamnya. Betapapun keras dan sulitnya proses yang terjadi, Anda tidak akan pernah mundur karena Anda menikmati seutuhnya apa yang Anda lakukan. Jangan pernah bekerja atau berbisnis yang bahkan Anda sendiri tidak menyukainya.

Acting with Integrity – Bertindaklah dengan Integritas

Reputasi dan kerja keras yang telah dibina selama berpuluh-puluh tahun, akan hancur oleh satu kejadian yang merusak integritas Anda. Maka berhati-hatilah dengan integritas yang Anda miliki. Jangan pernah mempertaruhkan integritas Anda dengan hal apapun, karena hal tersebut akan menghancurkan hidup Anda selamanya.

Be 100% Commited – Komitmen 100%

Kalau Anda memiliki suatu komitmen, maka pastikan bahwa Anda akan 100% berkomitmen untuk menyampaikan hasil yang terbaik yang Anda bisa lakukan. Setiap orang akan menaruh hormat kepada mereka yang berkomitmen 100% untuk menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Patut dipikirkan untuk menolak tawaran yang ada apabila Anda memang tidak mampu memberikan komitmen 100%.

The Ability to Turn Failure into Success – Kemampuan Mengubah Kegagalan Menjadi Sukses

Prinsip berpikir “There’s no failure, only feedback” atau “Tidak ada kegagalan, yang ada hanya masukan” dari NLP menjelaskan dengan tepat tentang kemampuan kita untuk mengolah cara pandang kita terhadap apa yang kita sebut dengan kegagalan. Kalau kita melihat bahwa sejatinya kegagalan itu hanyalah masukan (feedback) bagi kita untuk menjadi insan yang lebih baik maka semestinya kita tidak perlu memiliki rasa takut terhadap kemungkinan hasil (result) yang bisa terjadi. Dengan sedikit pemahaman tentang konsep REFRAMING atau kemampuan melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda, maka kita memiliki perangkat yang sangat efektif untuk berhadapan dengan hasil yang tidak kita sukai.

Respect & Love Money – Hormat dan Cinta Uang

Hormat dan cinta disini bukan berarti bahwa kita harus menghamba terhadap uang, namun lebih berupa kemampuan kita untuk melihat uang sebagai suatu output dari suatu proses. Dengan menggunakannya sebaik mungkin dan seefisien mungkin sesuai dengan KEBUTUHAN dan bukan keinginan kita maka kita telah menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada uang.

Demikian 9 Millionaire Mindset yang saya sarikan dan interprestasikan dengan bahasa saya dari buku  “The Secret of Self-Made Millionaire” karya Adam Khoo. Saya mendorong Anda untuk menggali hal ini dengan lebih detil dari sumber-sumber yang ada. Perbedaan penafsiran adalah biasa, kritik, saran dan komentar sangat dinantikan. Semoga bermanfaat. @Betley21062010

Tagged , , , , , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.